Kafispolgama - Keluarga Alumni Fisipol - Universitas Gadjah Mada

FORUM» Topik

under re-construction

NATION, STATE and CIVIL SOCIETY

dulurs,
ini aku teruskan usulan kongkret tema buku atawa
seminar.
artinya, bisa jadi buku jika waktunya memungkinkan.
jika tidak ya 'cukup' jadi tema seminar aja.

Usul temanya seputar : "Nation, State and Civil
Society".
Rasanya tema ini sangat relevan pada saat ini. Kita
bisa lihat karena negara dalam keadaan "lemah", negara
menjadi ajang yang diperebutkan oleh golongan2
kepentingan.
Negara banyak diam, dan banyak melakukan pembiaran,
dalam bidang apa saja: hukum, ekonomi, politik....
Ini tentunya bukan hasil yang menggembirakan setelah
reformasi 8 tahun! Sungguhpun ada beberapa kemajuan
seperti kebebasan pers (meskipun sering kebablasan
juga), hak2 politik (rakyat boleh pilih langsung,dll),
tetapi itu terlalu kecil dibandingkan dengan mandat
dan kesempatan yang sudah diberikan rakyat kepada
pemerintahan sekarang untuk mengurus negara.

Di samping melakukan pembiaran (a.l, polisi kok diam
saja melihat ada kelompok melakukan sweeping,
kekerasan terhadap warga negara lain), negara juga
"salah tingkah", ada hal2 yang seharusnya peranannya
hanya sebatas "mengatur", tetapi justru memberi
hukuman, memaksakan kehendak (kehedaknya kaum
pengusaha?), dan mencampuri urusan privat warganegara
terlalu jauh (Adanya berbagai produk perUUan yang
tidak tepat, meng-ada2 spt Revisi UU Tenaga kerja
13/2003, RUU Anti Pornografi Pornografi, dan adanya
macam2 Perda--setidaknya ada 17 di berbagai daerah,
yang mengatur orang (baca: perempuan) harus pakai baju
apa, harus puasa senin-kamis, harus bisa baca
Al-Qur'an kalau mau masuk SD, naik pangkat atau mau
melangsungkan perkawinan. Depdagri diam saja, padahal
jelas produk hukum tsb bertentangan dengan UU yang
lebih tinggi dan juga Konstitusi....Padahal ada banyak
RUU urgent yang justru dikalahkan perhatiannya spt RUU
Perdagangan Manusia, RUU Pelayanan Publik, RUU
Perlindungan Saksi, amandemen UU Politik ?).

Sebenarnya banyak hal yang bisa dibenahi, khususnya
dalam menangani kasus korupsi. Sumber utama ketiadaan
sumberdaya dalam negara, bila negara mengatur secara
baik: pemangkasan birokrasi, pengaturan pengawasan,
monitoring. Perangkat hukum sudah banyak, tetapi
karena "tidak pandai mengatur" ("sengaja"?), maka
pelaksanaan di lapangan sering kacau. Dalam hal ini
bisa dilihat bahwa elite penguasa itu tidak punya
sense of emergency, dan sensitivity khususnya terhadap
orang2 miskin dan kelompok2 rentan dalam masyarakat.
Lihat Kompas tempohari, ada anak 10 tahun, seperti
tengkorak hidup! Itu bukan di Afrika, tetapi di
Jakarta, yang banyak shopping mal nan megah2 !!!

Menyikapi negara yang "terlalu diam", gagap, tidak
tahu bagaimana mengatur (padahal sudah diberi mandat),
akibatnya masyarakat, khususnya mengambil jalannya
sendiri2 untuk bisa survive. Peranan organisasi non
pemerintah sangat penting dalam hal ini, dalam
mendampingi civil society merebut hak2 dasarnya....
Dalam banyak hal yang sudah genting, ketika pemerintah
diam saja, maka civil society (termasuk NGO, khususnya
legal reform NGO), banyak bersuara... memberi
peringatan, kontrol, sekaligus action dengan berbagai
program pemberdayaan... (Ada banyak program
pemberdayaan untuk orang miskin dan perempuan dalam
bidang pendidikan, kesehatan, hukum yang dilakukan
oleh institusi non-negara). Memang mengharukan,
ternyata civil society tidak mati, ternyata masyarakat
yang gelisah menemukan kebersamaan...

Civil society lah yang sebenarnya "mengajari" negara,
untuk kembali ke "khittah": reason d'etre, alasan
mengapa kita dulu bersepakat mendirikan NKRI, mengapa
kita dulu sepakat menjadi satu bangsa (karena ada
jaminan Bhineka Tunggal Ika dan Pancasila).
Bila negara gagal dalam mempertahankan reason d'etre
berdirinya negara dan bangsa ini, maka tidak ada
alasan lagi bagi kita untuk menjadi satu bangsa...dan
ini berbahaya, Indonesia bisa tinggal nama, atau
setidaknya cuma tinggal dari "Merak sampai
Banyuwangi"...selebihnya merdeka sendiri2....

Jika kemudian dirumuskan, kira2 pertanyaan yang akan
dijawab seputar tema adalah:
1. Mengidentifikasi berbagai persoalan yang dihadapi
oleh kita sebagai "nation", apakah nation dalam
konteks Indonesia? apakah nation building memang
sungguh2 sudah terbentuk sampai saat ini (diduga
"belum", karena kelompok2 nation "tua" dan "kecil"
berdasarkan kesukubangsaan, rentan sekali. Gampang
menyatakan ingin memerdekakan diri dari pusat. Ada apa
gerangan? Persoalan ketidakadilan? Pengerukan
sumberdaya yang memiskinkan penduduk lokal dan
masyarakat adat?). Menurut Harsya Bachtiar di samping
ada nation besar NKRI ada nation2 "tua", yang "kecil"
berbasis kesukubangsaan.

2. Mempertanyakan (secara kritikal) peranan negara
saat ini, apakah sudah menjalankan perannya
sebagaimana yang diamanatkan rakyat. Mengidentifikasi
berbagai persoalan yang dihadapi negara dalam
menjalankan perannya.

3. Apakah dampak dari ketidakpekaan negara dalam
berbagai bidang terhadap kelompok2 rentan dalam
masyarakat (kelompok rentan itu: orang miskin,
golongan masyarakat adat, golongan budaya minoritas,
perempuan dan anak2, orang tua dan penyandang cacad).

4. Bagaimana masyarakat madani, civil society
menyikapi situasi negara di atas. Identifikasi macam2
strategi, kegiatan yang dilakukan oleh berbagai
kelompok dalam civil society.

Piye Jal?


Author
Message
Posted :