Kafispolgama - Keluarga Alumni Fisipol - Universitas Gadjah Mada

FORUM» Topik

under re-construction

Menggagas Masa Depan KAFISPOLGAMA

kawans,

dari rangkaian kegiatan temu alumni yang sebenarnya
sudah dimulai sejak diskusi pilkada (bulan mei 2005),
ada beberapa yang bisa jadi andalan organisasi, selain
diskusi/seminar itu sendiri.
beberapa kawan sudah sepakat untuk bikin forum rutin,
setidaknya dua bulanan lah.
kita beri 'ruang' terutama bagi kawan-kawan muda
potensial untuk 'naik mimbar'.

kemudian, penerbitan buku.
selain ngejar lagi untuk seri ke-3, perlu dipikirkan
penerbitan buku yang lebih tematis.
bila perlu bikin semacam jurnal.
salahsatu penulis dan tulisannya bisa ditampilkan saat
diskusi dua bulanan itu.

lalu, bea siswa untuk mahasiswa.
aku agak terganggu jika kafispolgama hanya menempatkan
diri sebagai pengumpul dana untuk kemudian menjadi
sinterklas bagi mahasiswa.
ada peran lebih yang bisa diambil, terkait dengan
proposal skripsi mahasiswa calon penerima bea siswa.
anggota kafispolgama yang tersebar di berbagai lini,
bisa sekaligus menjadi fasilitator sumber dan
referensi kajian untuk setiap skripsi, baik secara
individu (karena profesinya) maupun secara
kelembagaan.
misalnya ada skripsi soal gender.
sangat memungkinkan bagi penulis skripsi untuk
difasilitasi oleh alumni yang telah diakui, expert di
bidang ini.
pun untuk bidang-bidang lain.
secara demikian ikatan alumni sekaligus regenerasi
akan dengan sendirinya bergulir.

artinya, sejak sekurangnya 6 bulan sebelum pengumuman
siapa yang dapat bantuan, sudah ada tahapan proses
yang dilakukan.
proposal skripsi adalah syarat mutlak, disamping
syarat-syarat lain yang lebih administratif.
jadi tetap ada muatan bobot prestasi, dan bukan
semata-mata alasan ekonomi, apalagi hanya karena
mahasiswa adalah dari keluarga dosen (atau mantan
dosen) atau karyawan (atau mantan karyawan).
dan sifat serta jumlah bantuannya tidak dipukul rata,
melainkan sesuai dengan kebutuhan skripsinya.
termasuk untuk risetnya.
aku yakin, jika sejak dari mula mahasiswa tahu ini,
mereka akan berlomba dengan sebaik-baiknya.

secara demikian, tidak tertutup kemungkinan jika
kemudian alumni adalah sekaligus penguji ahli bagi
mahasiswa penyusun skripsi itu.

skripsi, bisa dibukukan.
atau setidaknya 'diseminarkan';
selama ini, skripsi dengan nilai A, direkomendasikan
untuk masuk perpustakaan.
hanya beberapa yang atas inisiatif penulisnya sendiri,
direformat jadi buku dan diterbitkan.

gagasan penguji ahli dari alumni (akademisi atau
praktisi atau expert) dari luar fakultas ini, perlu
dibicarakan kemungkinannya dengan pihak fakultas.

berikutnya, award untuk alumni.
dengan asumsi bahwa ini akan jadi rutin (tahunan dan
bukan lima tahunan), mestinya sejak sekarang sudah
harus dipikirkan untuk mulai mengumpulkan informasi,
mendata.
setidaknya 3 bulan sebelum pengumuman, sudah ada
penjurian yang serius, crosscheck dll.

soal SIAPA yang akan kita 'tawari' mendapatkan award,
bagaimana jika tidak terbatas untuk alumni
sospol-fisipol?
namanya memang kafispolgama award, tapi ada setidaknya
dua kategori.
yang satu untuk life achievement alumni dan satu lagi
untuk SIAPAPUN.
kriteria, bisa dirumuskan bersama. bisa soal HAM,
community development, seni, bisnis dll

dan menurutku, untuk keempat aktivitas itu (seminar,
penerbitan, beasiswa dan award) bisa dijadikan badan
otonom-nya kafispolgama aja.
artinya, kafispolgama sebagai wadah keluarga alumni
tetap ada.
keempat aktivitas/program di atas tidak harus
dijadikan programnya pengurus, melainkan bisa jadi
'proyek' otonom.
artinya, perlu dipertimbangkan untuk 'dipisahkan' dari
kafispolgama yang lebih berkarakter voluntary.
'lembaga otonom' ini perlu dikelola secara lebih
profesional.
sehingga kerjaan masing-masingnya akan lebih
organized.
pertanggungjawabannya juga akan jauh lebih ketat.

begitu.


Author
Message
Posted :